KIOSS UNDIP

Komunitas Open Source Software Universitas Diponegoro

LUSCA, Pilihan Tepat untuk Proxy Server Anda

| 0 comments

KIOSS UNDIP,  Bagi netter harusnya tidak asing dengan istilah proxy/cache, 

inilah dia yang berperan dalam mengatur policy di pintu bernomor 80 ( baca: port 80/http ). Berkatnya internet bisa makin wuzz/kenceng, bagaimana itu bisa terjadi ? padahal bandwidth yang ada tidak segitu besar.

Ya jawabnya simple, karena prinsip kerja proxy adalah meng-cache konten/ static page yang di akses oleh netter ke dalam server, sehingga ketika ada netter lain yang mengakses page/konten yang sama akan langsung di load dari server proxy, tidak lantas lari lagi ke internet.

Atau suatu ketika Anda mengakses youtube di sebuah warnet, dan Anda berkata “weiz, gak pke buffer, kenceng sekali, kok bisa?” pastinya Anda berfikir ini mesti bandwidthnya besar, dan pikiran selanjutnya Anda akan mencoba melakukan Speedtest atau mencoba download file yang berukuran besar. Sesaat Anda akan tercengang, “lho kok lambat buat download file besar? kirain kenceng :( “. Sekali lagi ini adalah ulah dari Proxy Server :) .

Software Utama dalam membuat proxy server adalah squid, sudah gak asing juga kan!. Namun, Jika Anda sebagai Net-Admin membuat server Proxy hanya menggunakan Squid Standart dan juga konfig standar tentunya hasil yang di dapat tidak akan semaksimal yang Anda inginkan. Tambah Pusing? gak usah pusing-pusing, saat ini telah hadir Proxy Lusca yang direlease oleh Google, yang memberikan performansi yang lebih maksimal dalam cache konten internet, juga dalam cache video seperti youtube.

Lusca mendukung HTTP/1.0 dan HTTP/1.1, HTTP content load balancing, fail over, intelligent request/reply routing, high performance memory and disk caching, an overly-flexible access control system, support for both high performance forward and reverse proxy modes, dan lebih banyak lagi.

Lusca maksimal bekerja di lingkungan 64 bit, tentunya Rekomendasi untuk hadrware yang dibutuhkan juga  baiknya sesuai. Saat ini Lusca telah hadir dalam repository Debian, Ubuntu, namun akan lebih baik jika Anda mengkompile secara manual dengan patch-patch pendukung, sehingga kemapuan LUSCA akan lebih baik tentunya.Banyak sekali tutorial yang bisa Anda cari melalui Search engine Seperti Google yang bisa Anda jadikan referensi.

Konfigurasi LUSCA yang tepat tentunya akan didapatkan performansi yang bagus, hemat bandwidth, Sambut bahagia para netter tentunya yang Anda inginkan. :)

Selamat mencoba !.

Author: MazAmry

OB yang sehari-harinya ngepel, nyapu, dsb ... oprec ini-itu untuk kepentingan hajat orang banyak ( maaf agak lebay :D )

Leave a Reply